SENYAWA ALKOHOL
Pengertian Alkohol
Alkohol merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus fungsi -OH. Dapat pula dinyatakan bahwa alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom
hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Alkohol memiliki
ikatan yang mirip air. Alkohol terdiri dari molekul polar. Dalam senyawa
alkohol, oksigen mengemban muatan negatif parsial.
Dalam ilmu kimia, alkohol atau alkanol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (–OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan atau atom karbon lain.
Rumus Umum Alkohol
Senyawa alkohol atau alkanol dapat dikatakan senyawa alkana
yang satu atom H–nya diganti dengan gugus –OH (hidroksil). Sehingga seperti
terlihat pada tabel 4.1 rumus umum senyawa alkohol adalah R–OH dimana R adalah
gugus alkil.
Jadi, rumus kimia umum alkohol yaitu: R - OH
Di mana R = alkil = CnH2n+1
sehingga rumus senyawa alkohol dapat ditulis CnH2n+1OH
Contoh :
CH4-OH , untuk n=1
C2H5-OH, untuk n=2
C3H7-OH, untuk n=3
C4H9-OH
C5H11-OH, dst
C. Tata Nama Senyawa Alkohol
Ada dua cara penamaan senyawa alkohol yaitu :
1. Nama menurut IUPAC (International Unit of Pure & Applied Chemistry : Alkan + ol
2. Nama Trivial : Alkil + alkohol
Tata Nama Alkohol menurut IUPAC
1. Tentukan rantai utama
yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus –OH
Selanjutnya rantai utama diberi nama sesuai dengan nama alkananya, tetapi akhir huruf a diganti dengan ol.
Contohnya, butana menjadi butanol, pentana menjadi pentanol .
2. Penomoran dimulai dari atom C ujung yang terdekat dengan gugus –OH.
3. Senyawa alkohol yang memiliki gugus alkil dalam rantai utama, gugus alkil tersebut harus memperoleh nomor yang kecil.
Jika pada suatu rantai alkohol terdapat lebih dari satu gugus alkil yang berbeda dan gugus –OH terikat pada atom C dengan posisi yang ekuivalen dari kedua ujung rantai utama, penomoran dilakukan dengan menempatkan gugus alkil yang lebih besar pada atom C dengan nomor yang lebih kecil.
4. Urutan penulisan cabang alkil dilakukan sesuai dengan urutan abjad
Nama senyawa : Nomor&nama cabang + nomor OH + nama rantai utama+ ol
Tata Nama Alkohol secara Trivial
Pada tata nama alkohol cara trivial ini, urutan penulisan cabang alkil dilakukan dengan urutan panjang rantai alkil (metil, etil, propil dan seterusnya). Perhatikan contoh berikut :
Contoh : nama IUPAC nama Trivial
CH4-OH metanol metil alkohol
C2H5-OH etanol etil alkohol
C3H7-OH propanol propil alkohol
C4H9-OH butanol butil alkohol
C5H11-OH pentanol pentil alkohol
Jenis-Jenis Alkohol
Berdasarkan jenis atom C yang mengikat gugus –OH, alkohol dibedakan atas alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier.
1. Alkohol Primer
CH3–CH2–CH2–CH2–OH | butanol |
CH3–CH2–CH2–OH | propanol |
2. Alkohol Sekunder
3. Alkohol Tersier
Uji Alkohol
Pertama-tama harus dipastikan bahwa larutan yang akan di uji benar-benar alkohol dengan cara menguji keberadaan gugus -OH di dalam larutan.
Juga perlu menentukan bahwa cairan tersebut adalah cairan netral, bebas dari air sehingga bereaksi dengan fosfor(V) klorida menghasilkan asap-asap hidrogen klorida yang mengandung air.
Selanjutnya tambahkan beberapa tetes alkohol ke dalam sebuah tabung uji yang mengandung larutan kalium dikromat (VI) yang telah diasamkan dengan asam sulfat encer. Tabung tersebut akan dipanaskan di sebuah penangas air panas.
Hasil untuk masing-masing jenis alkohol, antara lain:
Alkohol tersier
Untuk alkohol primer atau sekunder, warna orange larutan akan berubah menjadi hijau. Sedangkan untuk alkohol tersier tidak ada perubahan warna.
Setelah pemanasan:
Membedakan alkohol primer dan alkohol sekunder
Diperlukan aldehid (melalui oksidasi alkohol primer) atau keton (melalui oksidasi alkohol sekunder) untuk bisa membedakan antara alkohol primer dan alkohol sekunder.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh aldehid sedangkan keton tidak dapat melakukannya. Antara lain reaksi dengan pereaksi Tollens, laruan Fehling dan larutan Benedict, dan lain-lain yang akan dibahas di halaman lain.
Menurut pengalaman, uji-uji ini sedikit sulit dilakukan dan hasilnya tidak selamanya jelas seperti yang disebutkan dalam literatur. Sebuah uji yang jauh lebih sederhana namun cukup terpercaya adalah dengan menggunakan pereaksi Schiff.
Pereaksi Schiff merupakan sebuah zat warna Fuchsin yang berubah warna jika sulfur oksida dilewatkan kedalamnya. Jika terdapat sedikit aldehid, warnanya akan berubah mejadi merah keungu-unguan yang terang.
Akan tetapi, pereaksi ini harus digunakan dalam keadaan dingin, karena keton bisa bereaksi dengan pereaksi ini sangat lambat menghasilkan warna yang sama. Jika dipanaskan, maka reaksi dengan keton akan lebih cepat, sehingga berpotensi memberikan hasil yang membingungkan.
Sambil dipanaskan, campuran reaksi dalam penangas air panas, bisa dilewatkan uap yang dihasilkan melalui beberapa pereaksi Schiff.
- Jika pereaksi Schiff cepat berubah warna menjadi merah keungu-unguan, maka dihasilkan aldeih dari sebuah alkohol.
- Jika tidak ada perubahan warna dalam pereaksi Schiff, atau hanya sedikit warna pink yang terbentuk dalam beberapa menit, maka tidak dihasilkan aldehid, sehingga tidak ada alkohol.
Karena terjadi perubahan warna pada larutan kalium dikromat(VI) yang bersifat asam, maka harus terdapat lakohol sekunder.
Harus diperiksa hasil uji sesegera mungkin setelah larutan kalium dikromat (VI) berubah menjadi hijau – jika anda membiarkannya terlalu lama, maka pereaksi Schiff bisa berubah warna kembali (untuk alkohol sekunder).
Sifat-Sifat Kimia Alkohol
Berikut ini terdapat beberapa sifat-sifat kimia alkohol, antara lain:
- Mudah terbakar.
- Mudah tercampur dengan air, hal ini karena kemiripan struktur alkohol (R-OH) dan air (H-OH).
- Berupa gas dan air jika jumlah atom karbon sebanyak satu sampai empat karbon, sedangkan jika jumlah atom karbon berjumlah lima sampai sembilan akan kental seperti minyak.
- Alkohol memiliki titik didih melebihi titik didih alkana, dikarenakan gugus fungsi-OH yang sangat polar, sehingga daya tarik menarik antar molekul menjadi sangat kuat.
- Alkohol bersifat heterepolar, panjang rantai alki mempengeryhi sifat polarnya, semakin panjang rantai alkilnya maka berkurang sifat polarnya, hal ini menjadikan berkurangnya sifat kelarutannya. Alkohol seperti metanol dan etanol menjadi mudah larut ke pelarut seperti air.
Kegunaan Alkohol
Berikut ini terdapat beberapa kegunaan alkohol, antara lain:
1. Etanol
Alkohol yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah etanol. Etanol berkadar 70% digunakan sebagai zat antiseptik, pembersih luka, serta pensteril alat-alat kedokteran dan industri.
Etanol berkadar 95%-96% digunakan sebagai pelarut dalam industri parfum, bat-obatan, zat warna dan kosmetik. Etanol 95%-96% ini dihasilkan melalui proses distilasi sehingga masih mengandung 4%-5% air.
Hal ini terjadi karena campuran air dan alkohol membentuk campuran azeotrop, yaitu campuran zat cair yang terdiri atas dua atau lebih senyawa yang bersifat seperti satu senyawa.
Etanol berkadar 100% (etanol absolut) dapat diperoleh dengan cara memekatkan etanol hasil distilasi dengan menggunakan zat pengikat air, seperti kalsium oksida (CaO).
Campuran etanol dan gasolin (bensin) menghasilkan bahan bakar yang disebut gohosol. Pembakaran gohosol lebih sempurna dibandingkan pembakaran bensin sehingga efisiensinya meningkat dan daya pencemarannya menurun. Dengan alasan tersebut, gohoosol dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
- Minuman
“Alkohol” yang terdapat dalam minuman beralkohol adalah etanol.
Etanol biasanya dijual sebagai spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri yang sebenarnya merupakan sebuah etanol yang telah ditambahkan sedikit metanol dan kemungkinan beberapa zat warna.
Metanol beracun, sehingga spirit bermetil dalam skala industri tidak cocok untuk diminum. Penjualan dalam bentuk spirit dapat menghindari pajak tinggi yang dikenakan untuk minuman beralkohol (khususnya di Inggris).
- Sebagai bahan bakar
Etanol dapat dibakar untuk menghasilkan karbon dioksida dan air serta bisa digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol (bensin). “Gasohol” adalah sebuah petrol / campuran etanol yang mengandung sekitar 10 – 20% etanol.
Karena etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah cara yang bermanfaat bagi negara-negara yang tidak memiliki industri minyak untuk mengurangi import petrol mereka.
- Sebagai pelarut
Etanol banyak digunakan sebagai sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisa digunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air. Sebagai contoh, etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik.
2. metanol
Metanol merupakan bahan dasar senyawa formaldehid (formalin), senyawa yang digunakan sebagai pengawet mayat atau spesimen biologi. Metanol juga digunakan sebagai bahan baku untuk mensintesis senyawa lain, seperti metil butirat (ester pemberi aroma apel). Campuran metanol dan bensin menghasilkan bahan bakar yang memiliki nilai oktan tinggi dengan efisiensi pembakaran yang lebih tiggi.
Meskipun banyak manfaatnya, metanol bersifat toksik (beracun) sehingga perlu berhati-hati dalam penggunaannya. Dalam jumlah yang sedikit (sekitar 15 mL), metanol dapat menyebabkan kebutaan. Dalam jumlah yang banyak (sekitar 100-200 mL), metanol dapat menyebabkan kematian.
- Sebagai bahan bakar
Metanol jika dibakar akan menghasilkan karbon dioksida dan air.
Metanol bisa digunakan sebagai sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran, atau kegunaannya sebagai sebuah bahan bakar independen (sekarang sementara diteliti).
Sebagai sebuah stok industri kebanyakan metanol digunakan untuk membuat senyawa-senyawa lain – seperti metanal (formaldehida), asam etanoat, dan metil ester dari berbagai asam. Kebanyakan dari senyawa-senyawa selanjutnya diubah menjadi produk.
3. Spiritus
Spiritus adalah salah satu jenis alkohol yang digunakan sebagai bahan bakar lampu petromak dan lampu spiritus. Bahan aktif spiritus adalah etanol yang dicampuri metanol, benzena, dan piridina. Karena dicampur dengan metanol yang bersifat toksik, spiritus pun bersifat toksik. Dengan demikian, diharapkan spiritus tidak disalahgunakan menjadi minuman keras.
Dampak Alkohol Bagi Tubuh Manusia
Berikut ini terdapat beberapa dampak alkohol bagi tubuh manusia, antara lain:
1. Gangguan syaraf motorik
Alkohol (etanol,dalam konteks makanan) dioksidasi menjadi CO 2 dan H2O dalam tubuh serta menghasilkan energi sekitar 7 kkal/gr,lebih besar dari karbohidrat (sekitar 4 kkal) tetapi lebih kecil daripada lemak (sekitar 9 kkal).Konsumsi alkohol sebaiknya tidak lebih (dan mungkin kurang) dari 1 oz (sekitar 15 gr),jumlah ini tedapat dalam 2 gelas anggur kecil.
Kadar alkohol dalam darah ditentukan oleh jumlah dan kecepatan konsumsi etanol serta laju metabolisme. Katika kadar alkohol dalam darah mencapai 0,05%, efek depresan dari alkohol mulai bekerja. Pada kadar 0,1%, syaraf-syaraf motorik mulai terpengaruh. Pada kadar 0,2% dalam darah, syaraf motorik seorang mengalami kelumpuhan dan keadaan emosi yang terganggu.sedangkan dalam kadar 0,3% dapat menyebakan kolaps.
Kemudian dengan kadar 0.4%-0,5% dalam darah, orang akan berada dalam keadaan koma, serta beberapa bagian otak yang mengatur detak jantung dan pernafasan akan terganggu sehingga dapat menimbulkan kematian.
2. Efek fisiologis etanol
Etanol dapat menyebabkan hipersensitivitas. Hipersensitivitas adalah reaksi imun yang patologis, terjadi akibat respon imun yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh.
3. Demensia
Moderat jangka panjang atau jangka pendek yang berlebihan (pesta) minum telah dikaitkan dengan demensia; diperkirakan bahwa antara 10% sampai 24% dari kasus demensia disebabkan oleh konsumsi alkohol, dengan wanita berada di risiko yang lebih besar daripada laki-laki.
Konsumsi alkohol tidak membunuh sel-sel otak melainkan kerusakan dendrit, yang bercabang ujung sel saraf yang membawa pesan ke dalam sel. Alkohol dilates saluran dalam struktur selular yang mengatur aliran kalsium, menyebabkan kelebihan kalsium mengalir ke dalam sel dan merangsang peningkatan aktivitas.
Meski tidak membunuh seluruh sel, tetapi menyebabkan hilangnya segmen akhir, menyebabkan hilangnya sinyal yang masuk dan oleh karena itu perubahan dalam fungsi otak. Sebagian besar kerusakan ini bersifat sementara, tetapi proses pemulihan perubahan struktur sel saraf secara permanen.
4. Kanker
Konsumsi alkohol telah dihubungkan dengan tujuh jenis kanker: kanker mulut, kanker faring, kanker esofagus, kanker laring, kanker payudara, kanker usus dan kanker hati. Risiko kanker meningkat bahkan dengan konsumsi moderat sedikit sebagai 3 unit alkohol (satu pint bir atau segelas besar anggur) per hari. Berat peminum lebih cenderung untuk mengembangkan kanker hati karena sirosis hati.
5. Diabetes
Konsumsi sehari-hari dari sejumlah kecil etanol murni oleh para perempuan tua dapat memperlambat atau mencegah timbulnya diabetes dengan menurunkan tingkat gula darah. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian yang digunakan murni etanol, dan bahwa minuman beralkohol sehari-hari mengandung aditif , termasuk gula, yang akan meniadakan efek.
Orang dengan diabetes harus menghindari minuman manis, manis anggur, dan minuman keras.














Terima kasih Bu, sangat bermanfaat
BalasHapusSami2 Bu semoga memudahkan siswa belajar
HapusAlkohol tersier maksudnya kaya gimana ya bu
BalasHapusalkohol tersier gugus OH terikat pada aton C yang mengikat 3 alkil
HapusAssalamualaikum bh
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih bu atas materinya
BalasHapusBagus bu gampang di pahamin
BalasHapusGambar nya tidak ada
BalasHapusMaaf gambar ga muncul bu
BalasHapusMaaf gambar ga muncul bu
BalasHapusTerimakasih bu atas materinya
BalasHapusAlhamdulillah Bu Materinya Mudah Dipahami
BalasHapusTerima kasih bu atas materinya yg sangat bermanfaat 🙏
BalasHapusTerima kasih bu
BalasHapusAlhamdulillah bu materinya dapat dipahami
BalasHapusTerimakasih ibu
BalasHapusTerimakasih bu atas materinya
BalasHapusTerimakasih buuu..
BalasHapusBu alkohol primer, sekunder dan tersier itu sama kaya atom karbon ya bu? Tp beda nya ga ada kuartener nya
BalasHapusAtom C hanya bisa mengikat 4 atom/gugus atom lainnya. Pada senyawa alkohol atom C mengikat OH, masih tersisa 3 tangan yang lainnya yang bisa mengikat atom/gugus atom
HapusTerimakasih Bu materinya.
BalasHapusMaaf tapi tidak muncul bu
Ibu, demensia itu apa bu?
BalasHapusNajwa kamila
BalasHapusXII MIPA 3
Terima kasih bu atas materinya
Terimaksih bu
BalasHapusMaaf gambar ga muncul bu
BalasHapusKarena keduanya sama2 senyawa polar
BalasHapusTerimakasih bu
BalasHapus